(Pict) Perbedaan itu indah (dijamin minimal tersenyum)
Senin, 28 September 2009
Tips dan Trick Video Editing dan shooting
Tips dan Trick Video Editing
Panduan encoding umumnya bertujuan untuk memaksimalkan kualitas video. Meskipun hal ini lebih hanya sebagai sebuah presentasi, yang lebih penting lagi adalah penggunaan camera yang canggih dan tehnik editing yang tinggi, maka hasil tampilan video dari professional setidaknya berbeda dengan rata-rata hasil home movie. System video editing yang paling mahal belum tentu menjamin hasil tampilan yang professional; system dengan budget rendah, akan membuat hasil yang mengagumkan dengan tehnik yang disukai saat meng-implementasikan pada saat shooting dan editing.
1. Pastikan subject tidak terlalu berada di tengah dan abaikan soal memotong kepala orang seperti yang sering terjadi pada fotografi. Yang penting yakin saja kaki orang-orang tidak terpotong dalam waktu yang lama. Meskipun mereka tidak focus pada viewer anda, pastikan selalu mengambil gambar orang secara komplit pada bidikan camera yang jauh.
2. Untuk mengambil gambar bergerak, tempatkan subject pada bagian pertama /awal shooting /saat pertama atau ketiga terakhir dari viewvinder anda, membuat pengambilan gambar lebih menarik. Untuk pengambilan gambar diam/static. Pastikan mata dari subject berada pada frame ketiga dari bagian bawah frame Jika subject melihat ke arah lain, pastikan object yang mereka lihat masuk ke dalam frame dan terlihat jelas.
3. Pastikan mengambil gambar dari angle yang berbeda juga. Tidak usah khawatir jika hanya menggunakan satu camera, audio juga dapat membuat ilusi sehingga terkenan memakai lebih dari satu camera dengan menjaga sound tetap konstan, meskipun memotong video pada angle yang berbeda.
4. Tetap menjaga film terus berjalan dan memastikan bahwa anda punya cukup ruang untuk meng-edit dan mungkin juga mau mengambil suatu gambar diluar dari storyboard,. Jika khawatir dengan batre camera anda, jangan menggunakan zooming terlalu sering. Kalau ingin melakukan zoom, pastikan untuk alasan yang tepat.
5. Anda ingin mengunakan zoom? Gunakan close up pada moment dimana kepala seseorang memenuhi screen (extreme close up) bisa lebih memperjelas lagi bagian dari wajah. Medium close up (gambar satu frame sekitar setengah badan) bisa anda peroleh saat post production dengan medium level system, yang juga menyediakan kesempatan untuk mendapatkan hasil zoom yang diperlukan.
6. Salah satu problem saya adalah membuat percakapan berjalan seiring - karena pandangan camera yang terbatas juga tehnik panning yang kurang ahli, membuat dialog kurang jelas meskipun debat terdengar jelas. Membuat camera dalam posisi static tidak menghasilkan hasil yang diinginkan dan tanpa tripod menyebabkan tidak berjalan dengan baik (kadang anda tidak dapat menggunakan tripod) dan membuat penglihatan bergoyang. Untuk mengatasinya saya tetap membiarkan camera terus berjalan selama percakapan berlangsung..Video editing nantinya akan merapikan tehnik camera yang gagal - saya memisahkan audio dari video. Dengan cara ini, anda dapat memotong reaksi seseorang saat seseorang sedang bicara, menghapus tampilan buruk yang diambil camera dengan menyelipkan audio. Pastikan anda selalu berada di samping kedua subject.
7. Ambil potongan-potongan gambar untuk mengisi timeline diantara tiap scene.
8. Menambah musik akan membuat pengaruh instant pada video anda. Bagaimanapun, perhatikan musik apa yang akan digunakan dan masukkan sebelum anda memulai editing. Dengan cara ini anda dapat mengedit sesuai dengan musiknya, mengeditnya pada ketukan yang tepat atau mengikuti kecepatan dan irama dari tempo musik.
9. Cobalah untuk membuat bagian awal video anda menarik perhatian penonton. Tidak harus selalu berasal dari shoot pertama anda, jangan terlalu terpaku dengan kronologis dari acara anda. Sebagai contoh, jika membuat sebuah video liburan, cobalah untuk membuat seperti sebua cerita. Tidak masalah untuk mengacak tiap pengambilan gambar untuk membuat cerita mengalir. Anda mungkin bisa menjelajah kota dulu beberapa hari, melihat kegiatan yang ada. Mungkin dengan mengambil gambar jalanan kota bisa membuat scene saling berkesinambungan.
sumber : augesweb.comhttp://www.avimediacom.com
Panduan encoding umumnya bertujuan untuk memaksimalkan kualitas video. Meskipun hal ini lebih hanya sebagai sebuah presentasi, yang lebih penting lagi adalah penggunaan camera yang canggih dan tehnik editing yang tinggi, maka hasil tampilan video dari professional setidaknya berbeda dengan rata-rata hasil home movie. System video editing yang paling mahal belum tentu menjamin hasil tampilan yang professional; system dengan budget rendah, akan membuat hasil yang mengagumkan dengan tehnik yang disukai saat meng-implementasikan pada saat shooting dan editing.
1. Pastikan subject tidak terlalu berada di tengah dan abaikan soal memotong kepala orang seperti yang sering terjadi pada fotografi. Yang penting yakin saja kaki orang-orang tidak terpotong dalam waktu yang lama. Meskipun mereka tidak focus pada viewer anda, pastikan selalu mengambil gambar orang secara komplit pada bidikan camera yang jauh.
2. Untuk mengambil gambar bergerak, tempatkan subject pada bagian pertama /awal shooting /saat pertama atau ketiga terakhir dari viewvinder anda, membuat pengambilan gambar lebih menarik. Untuk pengambilan gambar diam/static. Pastikan mata dari subject berada pada frame ketiga dari bagian bawah frame Jika subject melihat ke arah lain, pastikan object yang mereka lihat masuk ke dalam frame dan terlihat jelas.
3. Pastikan mengambil gambar dari angle yang berbeda juga. Tidak usah khawatir jika hanya menggunakan satu camera, audio juga dapat membuat ilusi sehingga terkenan memakai lebih dari satu camera dengan menjaga sound tetap konstan, meskipun memotong video pada angle yang berbeda.
4. Tetap menjaga film terus berjalan dan memastikan bahwa anda punya cukup ruang untuk meng-edit dan mungkin juga mau mengambil suatu gambar diluar dari storyboard,. Jika khawatir dengan batre camera anda, jangan menggunakan zooming terlalu sering. Kalau ingin melakukan zoom, pastikan untuk alasan yang tepat.
5. Anda ingin mengunakan zoom? Gunakan close up pada moment dimana kepala seseorang memenuhi screen (extreme close up) bisa lebih memperjelas lagi bagian dari wajah. Medium close up (gambar satu frame sekitar setengah badan) bisa anda peroleh saat post production dengan medium level system, yang juga menyediakan kesempatan untuk mendapatkan hasil zoom yang diperlukan.
6. Salah satu problem saya adalah membuat percakapan berjalan seiring - karena pandangan camera yang terbatas juga tehnik panning yang kurang ahli, membuat dialog kurang jelas meskipun debat terdengar jelas. Membuat camera dalam posisi static tidak menghasilkan hasil yang diinginkan dan tanpa tripod menyebabkan tidak berjalan dengan baik (kadang anda tidak dapat menggunakan tripod) dan membuat penglihatan bergoyang. Untuk mengatasinya saya tetap membiarkan camera terus berjalan selama percakapan berlangsung..Video editing nantinya akan merapikan tehnik camera yang gagal - saya memisahkan audio dari video. Dengan cara ini, anda dapat memotong reaksi seseorang saat seseorang sedang bicara, menghapus tampilan buruk yang diambil camera dengan menyelipkan audio. Pastikan anda selalu berada di samping kedua subject.
7. Ambil potongan-potongan gambar untuk mengisi timeline diantara tiap scene.
8. Menambah musik akan membuat pengaruh instant pada video anda. Bagaimanapun, perhatikan musik apa yang akan digunakan dan masukkan sebelum anda memulai editing. Dengan cara ini anda dapat mengedit sesuai dengan musiknya, mengeditnya pada ketukan yang tepat atau mengikuti kecepatan dan irama dari tempo musik.
9. Cobalah untuk membuat bagian awal video anda menarik perhatian penonton. Tidak harus selalu berasal dari shoot pertama anda, jangan terlalu terpaku dengan kronologis dari acara anda. Sebagai contoh, jika membuat sebuah video liburan, cobalah untuk membuat seperti sebua cerita. Tidak masalah untuk mengacak tiap pengambilan gambar untuk membuat cerita mengalir. Anda mungkin bisa menjelajah kota dulu beberapa hari, melihat kegiatan yang ada. Mungkin dengan mengambil gambar jalanan kota bisa membuat scene saling berkesinambungan.
sumber : augesweb.comhttp://www.avimediacom.com
Editing bukanlah obat dari kasalahan gambar
Kebanyakan dari kita adalah mengganggap bahwa suatu kesalahan pada pengamblan gambar akan bisa diperbaiki pada proses editing. Ini merupakan kesalahan besar, kenapa begitu...??...untuk hasil akhir gambar yang bisa dinikmati dengan enak biasanya orang akan mendefinisikan bahwa gambar tersebut tidak ngeblur alias fokus, tidak bergetar2 alias keder, trus berguncang dsb,maka jika pada pengambilan gambar tsb terjadi kesalahan-kesalahan tersebut maka proses editing tidak akan bisa mengobati hal tersebut, alhasil gambar yang sudah anda shot ya begitu-begitu aja....malahan jika dari awal sampe akhir penuh dengan efek gempa 10 sr ya akhirnya video anda tidak akan ada yang mau nonton. KECUALI....!!!....na ini ada kecualinya....jd anda harus seneng nih di bagia ini.....hehehehe...KECUALI memang anda meninginkan video anda bergerak2 dengan tidak teratur misalnya, karena pada prinsipnya gaya/stile tsb toh juga sering digunakan oleh para jurukamera d stasiun2 TV kesayangan anda to..? hal ini di maksudkan untuk membuat effec yg real/misalnya dalam keadaan chaosmisalnya....biar seru gitooo....:)
Dan atau jika anda memilih stile berguncang2 tersebut untuk kebutuhan video art....ya tentunya itu sah2 saja...wong namanya juga video art....dah intinya...."apapun videonya minumnya tetep teh....!!!!"...:P
Rabu, 27 Mei 2009
Memahami Frame
Frame :Framing adalah sebuah proses untuk menciptakan sebuah komposisi gambar dan menjadi pembatasnya.
a. Ukuran Gambar
Ukuran gambar memberikan detail tertentu pada gambar, memberikan sense dari sebuah gambar, dan konsep bercerita.
sumber : materi kelas video oleh "video robber"
ISTILAH-ISTILAH UNTUK PENGAMBILAN GAMBAR :
sumber:wawancara video dengan satu kamera, oleh Jos Van Der Valk
Dalam suatu shoting script (naskah film) biasanya kita harus juga memberi keterangan mengenai kamera.
lebih-lebih kalau pengambilan gambar dilakukan oleh seorang juru kamera profesional, perlu sekali kita memakai bahasa yang sama kalau berbicara mengenai gerakan kamera dan mengenai apa yang ingin kita lihat dalam gambarnya. Istilah-istilahnya itu semua dalam bahasa Inggeris dan biasa dipergunakan diseluruh dunia.
Semua istilah mengenai gerakan kamera harus diartikan dari sudut pandangan kamera. Kalau dikatakan bahwa kamera bergerak kekiri (PAN KIRI) orang yg berdiri didepan kamera melihat alat itu bergerak kekanan. Begitu juga gambarnya di layar televisi justeru berjalan kekanan.
LONG SHOT
(L.S atau T.S)
Sebuah gambar dimana kita melihat seluruhnya. Bisa sebuah rumah, bisa juga seorang manusia.
Long Shot (L.S atau T.S)
MEDIUM LONG SHOT (M.L.S)
Kalau yang digambar seorang manusia, tepi bawahnya dibawah lutut.

MEDIUM LONG SHOT
(M.L.S)
MEDIUM SHOT atau HALF TOTAL (M.S atau H.T)
tepi bawah gambar pada dada.
MEDIUM SHOT atau
HALF TOTAL (M.S atau H.T)
CLOSE UP (C.U)
Tepi bawah gambar antara dada dan dagu.
CLOSE UP (C.U)
BIG CLOSE UP (B.C.U)
CLOSE UP yang sangat akrab dimana sebagian dari rambut "dipotong" dan dagunya pada tepi bawah atau terpotong.
BIG CLOSE UP (B.C.U)
a. Ukuran Gambar
Ukuran gambar memberikan detail tertentu pada gambar, memberikan sense dari sebuah gambar, dan konsep bercerita.
sumber : materi kelas video oleh "video robber"
ISTILAH-ISTILAH UNTUK PENGAMBILAN GAMBAR :
sumber:wawancara video dengan satu kamera, oleh Jos Van Der Valk
Dalam suatu shoting script (naskah film) biasanya kita harus juga memberi keterangan mengenai kamera.
lebih-lebih kalau pengambilan gambar dilakukan oleh seorang juru kamera profesional, perlu sekali kita memakai bahasa yang sama kalau berbicara mengenai gerakan kamera dan mengenai apa yang ingin kita lihat dalam gambarnya. Istilah-istilahnya itu semua dalam bahasa Inggeris dan biasa dipergunakan diseluruh dunia.
Semua istilah mengenai gerakan kamera harus diartikan dari sudut pandangan kamera. Kalau dikatakan bahwa kamera bergerak kekiri (PAN KIRI) orang yg berdiri didepan kamera melihat alat itu bergerak kekanan. Begitu juga gambarnya di layar televisi justeru berjalan kekanan.
LONG SHOT
(L.S atau T.S)
Sebuah gambar dimana kita melihat seluruhnya. Bisa sebuah rumah, bisa juga seorang manusia.
Long Shot (L.S atau T.S)MEDIUM LONG SHOT (M.L.S)
Kalau yang digambar seorang manusia, tepi bawahnya dibawah lutut.

MEDIUM LONG SHOT
(M.L.S)
MEDIUM SHOT atau HALF TOTAL (M.S atau H.T)
tepi bawah gambar pada dada.
MEDIUM SHOT atauHALF TOTAL (M.S atau H.T)
CLOSE UP (C.U)
Tepi bawah gambar antara dada dan dagu.
CLOSE UP (C.U)BIG CLOSE UP (B.C.U)
CLOSE UP yang sangat akrab dimana sebagian dari rambut "dipotong" dan dagunya pada tepi bawah atau terpotong.
BIG CLOSE UP (B.C.U)Senin, 25 Mei 2009
Panasonic NV-GS3330GS-S
Minggu, 24 Mei 2009
Cara memegang kamera yg baik dan benar
Sebelum anda memutuskan untuk merekam sesuatu hal/ peristiwa/ moment anda, ada baiknya anda membiasakan diri untuk memegang kamera camcorder anda dgn benar.
Saran saya adalah yg pertama :

Saran saya adalah yg pertama :

- Belajar memegang kamera dirumah sama ditempat umum akan memberikan efek yg jauh berbeda(ini baru perbedaan tempat). Artinya ditempat umum bagi orang tertentu katakanlah yg belum terbiasa mengambil gambar di tempat umum akan merasa aneh pada dirinya,...misalnya merasa bayak sekali orang lain yg sedang memperhatikan anda. Sebenarnya hal ini wajarkan...???...sebab anda berada ditempat umum...he2. Nah sedikit solusi dari saya adalah bersikaplah biasa aja, jgn terlalu menyita perhatian org lain, bersikaplah profesional...toh org lain juga ga' tau bahwa anda baru pertama kalinya memegang kamera....he2. Dengan bersikap "biasa" tersebut diharapkan akan memunculkan sikap percaya diri anda, sehingga apa yg sudah anda rencanakan atau story line yg sebelumnya anda pikirkan akan terhendel dgn baik dan hasil gambar anda akan lebih baik alias tidak naik turun goyang kiri kanan (kecuali memang konsep dasar perekaman anda seperti itu, misalnya kamera dgn style brgoyang2 akan lebih terlihat realistis saat suatu "demo" sedang caos misalnya)
- Pake satu tangan apa dua tangan....???? Nah dalam hal ini penulis sangat menyarankan untuk hasil gambar lebih baik gunakanlah dua tangan, artinya kamera tersebut ditopang oleh dua telapak tangan anda, maksudnya adalah agarsupaya itu kamera tidak terlalu bergetar. Misalnya saat anda melakukan zooming pada objeck yg cukup jauh hasil rekaman kamera pasti akan lebih sensitif terhadap gerakan/ getaran sehingga sangat disarankan untuk menggunakan dua tangan anda untuk memegang camcorder anda. Dan juga disarankan untuk zooming jauh disarankan untuk melihat previewnya melalui lubang intip pada camcorder anda tidak dari layar preview anda hasilnya akan lebih stabil karena apa...dengan menggunakan lubang intip tsb otomatis posisi kamera akan menempel pada sebagian muka anda sehingga diharapkan camcorder anda akan memiliki posisi yg mantap saat anda melakukan proses perekaman. Dan juga cara tersebut akan menghemat BATERE camcorder anda....ya kan???
- Bersambung...tar ya msh ada kerjaan lain he2......
Langganan:
Postingan (Atom)




