Selasa, 23 Februari 2010

BEN

BUMI

Silent Demolish Mission


Shooting dgn satu kamera dan sangat melelahkan....haha

Jumat, 19 Februari 2010

Leaf - Kalah


Dokumentasi Ultah Leaf ke-8

Selasa, 02 Februari 2010

LEAF - Terakhir


Dokumentasi ulang tahun Leaf ke-8

Jumat, 01 Januari 2010

Rubber - Do My Dance


Rubber - Do My Dance
Sound : l.enrico-tiger dance

Plastic Army Stopmotion #1


Title : Plastic Army Stopmotion #1
BS : Marine Sharpshooter Game,1001 Sound Effect Clips
Capture Media : Nikon Coolpix L4
Software : Soni Vegas 7.0, Corel Graphics Suite 11, Adobe Photoshop 7.0

Minggu, 13 Desember 2009

Rabu, 25 November 2009

Slide iklan BIOCHEMICAL INDUSTRIES


Slide iklan pada BIOCHEMICAL INDUSTRIES dalam rangka Pelatihan Finishing bagi industri mebel exspor dengan bahan baku finishing ramah lingkungan (water based) bersama LSM GTZ.
Sukoharjo,27-28 Desember 2007.

Sample DESAIN COVER (FORTUNE ID)

Slide foto Syaikh Hisyam Kabbani pada Talk Show di Auditorium RRI,12 Agustus 2008


Slide foto Syaikh Hisyam Kabbani pada Talk Show di Auditorium RRI,12 Agustus 2008

Opening Dzikir dan Sholawat, Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani (USA)


Video Liputan pada Talk Show dari Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani (USA) yg diadakan oleh Komunitas Ashabul Cafe
Auditorium RRI Jl. Affandi (Gejayan),Jogjakarta, Tgl 12 Agustus 2008

Slank, Solidaritas (Gempa dan Letusan Gunung Merapi)



Selasa, 24 November 2009

Leaf,Pencemburu (SAMPLE OPENING)


artist : Leaf
title : Pencemburu

Senin, 23 November 2009

German shepherd dog


video suka-suka...:P

Kamis, 19 November 2009

behind scene foto prewedding Peter n Yessy


title :video behind scene foto prewedding Peter n Yessy
durasi :01:24 menit
fotografer:Bayu Wijaya n Team

Sabtu, 03 Oktober 2009

Videografi:Teknik Kamera Video dan Pengambilan Gambar

Kamera Video

Definisi

Kamera video adalah perangkat kamera yang digunakan untuk mengabil gambar bergerak dan menyimpannya pada media tertentu, dimana kemudian akan dilakukan proses pengolahan.

Jenis Kamera Video

1) Berdasarkan Format

  • Analog
  • Digital

2) Berdasarkan Media Rekam

  • Betamax
  • VHS
  • 8mm
  • VHS-C
  • DV(Digital Video)
  • Mini DV
  • Betacam
  • Memori stick
  • Mini Disc

Tahapan Memaksimalkan Penggunaan Kamera Video

Kenali dan Pahami Kamera Video

Semua alat yang akan digunakan harus benar – benar dikuasai supaya meminimalisasikan kesalahan pengambilan gambar nantinya.

Rekaman Video yang Layak Dilihat dan Disimpan

Rekaman video dikatakan layak untuk dilihat dan disimpan jika memenuhi 4 syarat : cukup pencahayaan, fokus, stabil dan cukup durasi.

Rekaman Video yang Layak Dinikmati

Rekaman video yang layak dinikmati harus memenuhi kaidah – kaidah sebagai berikut:

  • Balance, Framing, Compositions : Horizontal Lines, Vertical Lines, Thirds Ratio, Diagonal Lines, Triangle, Perspective, Looking Room, Walking Room, Head Room, Golden Mean, Background, Foreground.
  • Frame Cutting Points : Extreme Close Up, Big Close Up, Close Up, Medium Close Up, Medium Shot, Medium Long Song, Long Shot, Extreme Long Shot.
  • Other Types Of Shot : 2 Shot, 3 Shot, Group Shot, Over Shoulder Shot, Establishing Shot.
  • Camera Movement : Panning ( Left, Right, Up, Down ), Tracking ( In, Out, Follow, Revolve ), Truck ( Left, Right ), Zooming ( In, Out )
  • Camera Angle # 1 : Normal Angle, Low Angle, High Angle
  • Camera Angle # 2 : Objective Camera, Subjective Camera
  • Shot By Camera Positions : Face Shot, ¾ Shot, Profile Shot, Over Shoulder Shot
  • · Shooting Rules : Jump Cut, Crossing The Line, Continuity

Rekaman Video yang Selesai dan Layak Tonton

Sebuah karya videografi yang selesai dan siap ditonton umumnya melewati tahap-tahap berikut ini:

  1. Pra Produksi : Proses perencanaan dan persiapan produksi sesuai dengan kebutuhan, tujuan dan khalayak sasaran yang dituju. Meliputi persiapan fasilitas dan teknik produksi, mekanisme operasional dan desain kreatif ( riset, penulisan outline, skenario, storyboard, dsb.).
  2. Produksi : Proses pengambilan gambar di lapangan (shooting).
  3. Pasca Produksi : Proses penyuntingan di ruang editing, memadukan hasil rekaman video dengan berbagai elemen audio visual lainnya.
  4. Presentasi : Menyajikan hasil penyuntingan (editing) dalam format siap tonton (kaset, VCD, DVD, dsb.)
  5. Distribusi : Penyebarluasan karya videografi (screening, penjualan, broadcasting, webcasting, dsb.).

Teknik Kamera : Pengambilan Gambar

Establingshing Shot (ES)

Pengambilan gambar/shooting yang di ambil dari jarak yang sangat jauh atau dari “pandangan mata burung”, biasanya untuk membangun pengetahuan dimana lokasi kejadian.

Long Shot (LS)

Shooting dilakukan dari jarak jauh, tetapi tidak sejauh establish shot.digunakan untuk penekanan terhadap lingkungan sekitar atau setting dalam scene.

Medium Shot (MS)

Shooting untuk membuat frame actor. Biasanya dilakukan dari pinggang ke atas. Medium shot (MS) bias digunakan untuk membuat focus terhadap 2 orang actor yang saling berhadapan dan beinteraksi,missalnya: debat, berpelukan dan sebagainya.

Over Tehe Shoulder Shot (OS)

Shooting Untuk mengambil gambar actor melalui pundak actor yang lain,digunakan ketika para actor saling bertatapan muka satu sama lain.contoh salah satu actor berbicara kepada actor yang lain sedangkan yang lain mendengarkan.

Close-Up (CU)

Shoting diambil dari jarak dekat. Biasanya focus kepada wajah,digunakan untuk memperlihatkan ekspresi wajah/mimic dari actor. Memperhatikan detail objek,atau untuk mengarahkan audience pada suatu elemen yang dipentingkan.

Tips Merekam Video Dengan Sempurna

Jika memungkinkan, selalu pergunakanlah manual focus.

  1. Atur white balance pada setiap perpindahan lokasi atau pergantian sumber pencahayaan.
  2. Jika melakukan pengambilan gambar di luar ruangan (outdoor shooting), posisikan matahari di belakang anda. Begitu juga sumber pencahayaan lainnya.
  3. Gunakan tripod atau alat bantu lainnya.
  4. Dalam kondisi rekaman tanpa alat bantu (handhelds), pegang dan kendalikan kamera video Anda sedemikian rupa agar hasil rekaman tetap stabil (andaikan sebagai secangkir kopi panas).
  5. Gunakan zooming hanya untuk menata komposisi ambilan gambar. Hindari penggunaannya pada saat merekam (rolling), kecuali jika ada maksud untuk tujuan tertentu atau memang disengaja karena hasil rekaman akan diproses lebih lanjut (editing).
  6. Shoot to edit. Pastikan untuk memproses lebih lanjut setiap hasil rekaman Anda (editing). Untuk itu, rekaman video harus diciptakan dan dipersiapkan sedemikian rupa agar siap untuk diproses lebih lanjut (variasi dan kelengkapan gambar, durasi setiap shot, menghindari fasilitas kamera yang tidak diperlukan, dsb.)
  7. Jaga durasi setiap shot. Jangan terlalu panjang dan monoton (tanpa variasi), namun juga jangan terlalu pendek. Minimal antara 8 hingga 10 detik. Tidak ada batas maksimal karena tergantung action yang direkam. Namun sebaik sudah mulai merekam 3 hingga 5 detik sebelum action berlangsung. Berikan durasi yang sama setelah action berlangsung.
  8. Jaga setiap shot dalam kondisi steady tanpa pergerakan kamera, setidaknya selama 10 detik. Jika suatu shot akan berisi pergerakan kamera, berikan awalan dan akhiran dalam kondisi steady dengan durasi setidaknya 3 hingga 5 detik.
  1. Kajian Pustaka

Agus Yuniarso Blog